Thursday, July 21, 2016

Keluarga dan masalahnya

Setiap dari keluarga kita masing-masing tentunya memiliki masalah, mulai dari ekonomi, pendidikan, tingkah laku anak dan mungkin masih banyak lagi dan bermacam-macam dari hal yang sepele sampai dengan besar. Mungkin permasalahan muncul juga merupakan suatu cobaan atau memang sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk memecahkan masalah tersebut bersama dengan keluarga kita masing-masing. Mungkin pada masalah ekonomi yakni karena salah satu anak yang kita miliki atau mungkin saudara kandung kita memiliki sifat yang boros terhadap pemakaian uang tetapi dan anak kita atau saudara kandung kita mungkin memang sudah bekerja atau mungkin belum bekerja. Bagi yang sudah bekerja mungkin kita tidak perlu mengkhawatirkan karena memang hak mereka menggunakan uang mereka secara pribadi tetapi pada saat mungkin ingin keluar makan dan ternyata gaji atau upah yang mereka punyai sudah habis dan mungkin mereka hutang kepada orang tua atau mungkin kepada kita pribadi apakah yang kita lakukan?tentunya kita akan meminjamnnya walaupun memang yang mungkin dipinjam sebesar Rp 50.000,- sampai dengan Rp 150.000,- tetapi bagi kita yang memiliki masalah pada ekonomi kita tentunya uang Rp 50.000,- tersebut sudah sangatlah besar apalagi bila kemudian hari mereka sudara kandung atau anak kita hutang lagi dan lagi, bila kita tidak meminjamnnya mungkin kita bisa di bilang orang tua atau kakak atau adik yang pelit terhadap keluarganya sendiri tetapi bila kita bilang atau membicarakan hal tentang keborosan yang telah dilakukan oleh saudara kandung atau anak kita maka akan menjadi hal yang besar dan mungkin saling mendiamkan satu sama yang lain, dan kemudian harinya tetap berjalan seperti biasa.

Pendidikan mungkin di antara orang tua dan anak, bagi kalian yang mungkin memiliki orang tua dengan berpendidikan yang tinggi apakah kalian merasakan malu bila kalian hanya sebatas lulusan SMP atau SMA?mungkin bukan orang tua yang membuat malu tetapi orang lain atau bahkan keluarga kalian yang lainnya karena mungkin bisa menjadikan provokasi dan memungkinkan kita untuk bersekolah lagi ke tempat yang lebih tinggi memang itu merupakan hal yang bagus tetapi bagaimana bila memang lulusan SMP atau SMA memang merupakan sebuah batas, ditambah lagi kemungkinan pendidikan yang lebih tinggi harus mengeluarkan uang dan mungkin orang tua yang memiliki uang cukup akan bangga bila anaknya pergi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi tetapi bila kenyataannya memang terbalik dan kalian tidak dapat lulus dari tempat tersebut bagaimana perubahan respon dari orang tua kepada kita sang anak?Mungkin kalian dapat membayangkannya sendiri. Tingkah laku anak mungkin hanya akan dialami oleh para orang tua yang memiliki anak pada usia dinia, dan ini tentunya rentan pada umur atau pada saat bersekolah SD, karena anak-anak belum mengerti mana yang benar mana yang betul walaupun memang ada baiknya bila kita mengajarkan sejak dini terhadap anak kita bahwa hal yang jahat dan hal yang baik, tetapi tetap saja rasa penasaran anak ini akan mengarahke pada hal yang jahat atau hal yang buruk, bila sesuatu tertimpa oleh anak itu maka anak itu mungkin dapat menilai bahwa itu memang merupakan hal yang buruk sekali atau hal yang baik sekali.

No comments:

Post a Comment